Heboh, Verrel Bramasta Terlihat Jijik saat Sambangi Penghuni Kampung Kumuh dan Pemulung




Baru-baru ini Verrell Bramasta menjadi bahan sorotan netizen karena aksinya yang cukup menghebohkan.


Verrel Bramasta terlihat seolah pasang muka jijik saat sambangi penghuni kampung kumuh dan pemulung.


Banyak pihak yang mengecam aksi Verrel Bramasta saat itu karena dinilai tidak pantas untuk dilakukan.


Hal itu bermula saat Verrell Bramasta mendatangi tempat kumuh untuk sebuah acara televisi.


Dari pantauan, tempat kumuh itu diduga berada di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dihuni oleh pemulung serta warga pinggiran Jakarta.


Dalam potongan video yang beredar, Verrell Bramasta tampak jijik saat melihat lokasi syuting yang kumuh dan bau.


Tak sampai disitu, Verrell Bramasta kemudian diminta membantu mengambil barang yang masih bisa digunakan atau makanan di sekitar lokasi kumuh itu.


"Ini yakin, Pak? Ini tanahnya aja udah lengket, lembek," ujar Verrell Bramasta sebagaimana diberitakan sebelumnya di PikiranRakyat.com artikel yang berjudul “Verrell Bramasta Dikecam Usai Pasang Muka Jijik di Hadapan Pemulung dan Penghuni Kampung Kumuh,”


"Pak, ini gimana? kita ngambil apa dulu, pak? ini yakin sebelah sini diambil, pak? itu pisang kayak gitu? serius, pak? ya udah kita coba ambil," lanjut Verrell Bramasta seperti dikutip dari kanal YouTube Trans TV.


Saat memegang sebuah makanan, Verrell Bramasta langsung blak-blakan memperlihatkan ekspresi muntah sekaligus geli.


Ekspresi jijik Verrell Bramasta bahkan disaksikan langsung oleh penghuni kampung tersebut.


Bahkan Verrell Bramasta sampai ditertawakan oleh para pemulung yang melihat aksinya.


Tak pelak potongan video Verrell Bramasta tersebut menuai beragam komentar hingga cibiran.


"Gak pernah hidup susah jadi songong ya," ucap netizen di kolom komentar.


"Gak sopan banget ekspresinya di depan warga penghuni, keliatan banget jijiknya," sambung netizen lainnya.*** 

Belum ada Komentar untuk " Heboh, Verrel Bramasta Terlihat Jijik saat Sambangi Penghuni Kampung Kumuh dan Pemulung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel